





Minggu, 12 September 2010 - 08:53:50 WIB
IPTEK-Idih...Otak Kecoa Mengandung Antibiotik Bermanfaat..Oh ya?
Diposting oleh : Administrator
Dibaca: 384 kali

| Sumber | : Republika - Kamis, 9 September |
REPUBLIKA.CO.ID,Kecoa biasanya dilihat sebagai hewan yang membahayakan
kesehatan, bisa ditemukan di tempat lembab dan hotel yang kotor. Namun
para ilmuwan percaya bahwa mereka bisa memegang rahasia untuk
memperlakukan serangga yang paling tangguh.
Menurut laporan Daily Mail, pengujian telah menemukan jaringan dari
otak dan sistem saraf serangga bisa membunuh lebih dari 90 persen
infeksi MRSA dan E-coli tanpa merugikan sel manusia. Simon Lee, seorang
peneliti pascasarjana dari University of Nottingham mengatakan, kecoa
memiliki sifat antibiotik yang kuat setelah menemukan sembilan molekul
yang berbeda dalam jaringan kecoa yang beracun bagi bakteri.
Dia berkata: "Kami berharap molekul akhirnya dapat dikembangkan
menjadi obat untuk E-coli dan infeksi MRSA yang semakin rawan terhadap
obat-obatan saat ini. "Antibiotik baru ini berpotensi memberikan
alternatif lain untuk obat yang tersedia saat ini, obat-obatan saat ini
mungkin efektif tetapi memiliki efek samping yang serius dan tidak
diinginkan."
Dia menambahkan: "Serangga sering hidup dalam lingkungan yang tidak
sehat dan tidak higienis dimana mereka menghadapi berbagai jenis
bakteri. Oleh karena itu logis cara-cara serangga memngembangkan
pertahanan untuk melindungi diri terhadap mikro-organisme." Penelitian
Mr Lee difokuskan pada studi tentang sifat-sifat khusus dari molekul
antibakteri yang saat ini sedang diuji pada serangga super tersebut.
Menurut Society for General Microbiology, industri farmasi adalah
menghasilkan lebih sedikit dan lebih sedikit antibiotik baru karena
kurangnya insentif keuangan, sehingga permintaan tinggi untuk
sumber-sumber alternatif obat baru. Besok, Mr Lee akan memaparkan
penemuannya dihadapan teman ilmuwan di pertemuan masyarakat musim gugur
di University of Nottingham.
Dr Naveed Khan bertugas mengawasi kerja Lee. Dia berkata: "Serangga
super seperti MRSA telah mengembangkan perlawanan terhadap standar
terapi dan perawatan yang kami lakukan.
"Mereka telah menunjukkan kemampuan untuk infeksi yang tidak dapat
diobati, dan telah menjadi ancaman utama dalam perjuangan kita melawan
penyakit bakteri. Jadi, ada kebutuhan terus-menerus untuk menemukan
sumber tambahan antimikroba baru untuk menghadapi ancaman ini."